Batman Arkham City Terbaru : Game Superhero DC Terbaik 2021 !

Batman Arkham City Terbaru – Seluruh gamer pasti sudah cukup lelah malas untuk mencari hal yang baru sedangkan ada yang jauh lebih baik. Sebab kita tidak tau apa yang terjadi jika mencoba game yang tidak jelas, ada saja semacam kualitas yang buruk, identitas yang hilang, hingga sensasi sama yang sulit didapatkan menjadi sesuatu yang sering gamer temukan.

Namun sekarang ini Dunia komik (khususnya DC) sendiri sudah berkembang menjadi sebuah perusahaan yang melegenda tahun ini. Ceritanya yang berfokus pada kemampuan manusia-manusia super menjadi pondasi fiksi yang kuat bagi banyak penggemarnya. Bagi industri game, superhero selalu memiliki tempat tersendiri, dari generasi konsol pertama hingg waktu ini.

Kemajuan dari sekedar side-scrolling, menuju MMORPG dan sandbox, karakter-karakter pembela kebenaran ini seolah tak akan pernah mati. Apakah semuanya mampu menampilkan kualitas yang dicintai kita para gamer? Mungkin ada tapi tidak semuanya, Akan tetapi beberapa harus diakui sangat berkualitas. Salah satunya adalah seri terbaru Batman yang dikembangkan oleh Rocksteady Studios.

Game Batman : Arkham Asylum yang dirilis dulunya pada tahun 2009 silam, telah berhasil menarik perhatian gamers karena kualitas untuk memuat semua elemen yang ada pada diri Batman tampak nyata. Tidak sekadar hanya datang dan meminta superhero ini untuk menghajar siapapun, Namun memperkuat citra dirinya sebagai seorang The Dark Knight.

Batman Arkham City Terbaru : Game Superhero DC Terbaik 2021 !

Plot Twist Batman Arkham City Terbaru

Apa itu sebenarnya Batman Arkham City tersebut ? Bukankah kota yang dijaga Batman di komik dan film adalah Gotham City? Ini mungkin menjadi pertanyaan pertama yang Anda utarakan ketika memerhatikan judul game yang satu ini. Arkham City sebenarnya hanyalah merupakan satu sub-bagian dari Gotham City yang luas dan kebetulan menjadi tempat Anda beraksi sebagai Batman di seri terbaru ini.

Melanjutkan timeline dari seri pertamanya, fasilitas ini dibangun setelah Arkham Asylum yang dulunya dipercaya dapat melindungi Gotham dari para psikopat di dalamnya ternyata tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Arkham City akhirnya dibangun sebagai fasilitas tahanan dan rehabilitasi yang baru.

Sonic the Hedgehog Tokoh Game Ikonik Terpopuler

Sebagai salah satu karakter game tema aksi ciptaan SEGA, Sonic the Hedgehog telah menjadi legenda sepanjang masa yang masih eksis selama tiga dekade. Tak terhitung ada sekian banyak serial komik spin-off, animasi, hingga bermacam merchandise laku keras di pasaran mancanegara, termasuk salah satunya adalah negara kita tercinta yaitu Republik Indonesia.

Sesuai dengan namanya, Sonic merupakan seekor landak bertubuh biru dan berdiri dengan dua kaki seperti manusia atau biasanya disebut karakter humanoid. Ia memiliki kemampuan spesial yaitu berlari dengan kecepatan supersonik dan menggulingkan tubuhnya layaknya bola sepak. Di dalam permainan, Sonic melakukan gerakan berguling tersebut untuk menghabisi musuh yang menghalangi jalannya.

Sonic the Hedgehog Tokoh Game Ikonik Terpopuler

Tujuan utama permainan Sonic adalah berpacu dengan waktu yang dibatasi, sembari mengumpulkan skor dalam bentuk cincin yang akan menambah kemampuannya bergantung dengan jumlah yang berhasil player kumpulkan.

Landak nyentrik ini merupakan buah hasil pemikiran kreatif dari programmer asal Jepang bernama Yuji Naka yang berkolaborasi dengan seniman Naoto Ohshima. Tepat pada 1991, Sonic the Hedgehog meluncur ke pasar game dunia yang sengaja dirilis oleh SEGA untuk menyaingi kepopuleran karakter Mario buatan Nintendo.

Sonic the Hedgehog Masih Eksis Hingga Sekarang

Salah satu alasan mengapa Sonic the Hedgehog masih eksis hingga sekarang adalah inisiatif team kreator yang terus melakukan peremajaan terhadap karakter fenomenal ini. Mereka berusaha menarik antusiasme masyarakat yang berusia dewasa sehingga memiliki pasar yang jauh lebih luas ketimbang sekedar membuat game ala kadarnya.

Serial game yang dibintangi oleh Sonic seringkali meledak di pasaran, tercatat ia telah menyumbang lebih dari 80 juta keping CD maupun DVD hingga 2011 silam. Menariknya, SEGA sempat ragu akan pemilihan tokoh landak karena dirasa kurang familiar, bahkan sempat terpikirkan untuk memilih hewan kelinci atau anjing yang lebih mudah diterima masyarakat secara mayoritas.

Namun, di sinilah kita dapat melihat betapa bijaknya team riset SEGA yang tidak ingin berpikiran sempit dan mempertimbangkan setiap kritik dan saran yang ditujukan kepada perusahaan mereka. Salah satu kasus yang paling fenomenal adalah beberapa tahun lalu ketika Sonic akan diangkat ke layar lebar dengan format live action.

Pada saat trailer dirilis, film adaptasi game Sonic tersebut langsung menuai kecaman karena penampilan 3D karakter Sonic dianggap creepy dan tidak akurat. Menanggapi hal tersebut, SEGA betul-betul merombak total sisi grafis landak imut nan menggemaskan ini sehingga akhirnya film ini pun disambut antusias dan sukses di pasar internasional.